السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai ikhwanul muslimin dan para pembaca dimana pun anda berada,,??!!
Semoga kita semua senantiasa ada dalam lindungan dan maghfiroh Alloh SWT. Aamiin
Pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan perihal Sholat Duha beserta dengan penjelasan dan dalilnya.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan
ibadah shalat wajib yang terkadang tidak dapat sempurna pahalanya. Sabda
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِك
Artinya:
Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat; dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya , maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, “Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat tathawwu’ (shalat Sunnah),” lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian. [HR at-Tirmidzi].
Selain shalat wajib kita dianjurkan juga untuk melaksanakan shalat sunnah. Ada banyak sekali sholat sunnah yang bisa kita kerjakan, Shalat sunnah disyariatkan kepada umat islam, tak lain agar orang mukmin semakin dekat kepada Allah, karena ia merupakan salah satu dari pemberian Tuhan yang sangat besar nilainya. Diantara shalat-shalat sunnah yang disyariatkan dalam islam adalah shalat dhuha,
Sholat Duha yaitu shalat sunnah yang terdiri dari dua rakaat atau lebih, sebanyak-banyaknya dua belas rakaat, ketika waktu dhuha, yakni ketika waktu naiknya matahari setinggi tombak atau kira-kira jam 7 atau jam 9 hingga tergelincirnya matahari.
Hukum Sholat Duha
Berkaitan dengan persoalan status hukum Shalat Dhuha. Al-Qur’an sendiri sebenarnya tidak mengemukakan secara eksplisit perintah atau anjuran yang tegas atau jelas berkenaan dengan pelaksanaan shalat tersebut. Ada beberapa kata dhuha yang bisa kita temukan dalam Al-Qur’an, tetapi kata-kata itu tampaknya tidak berkaitan dengan penetapan hukum shalat Dhuha. Oleh karena itu, secara eksplisit kita dapat menemukan dasar hukum yang tegas dan jelas dalam Al-Qur’an berkenaan dengan shalat Dhuha tersebut. Namun, hal itu tidak mengurangi arti penting dalam shalat Dhuha. Karena penjelasan yang tegas tenteng anjuran pengamalan shalat Dhuha ini dapat kita temukan dalam beberapa hadist. Berdasarkan hadist-hadist itulah kita dapat memberi pertimbangan status dasar hukum shalat Dhuha.
Diantaranya adalah hadist berikut ini:
Artinya:
Para ulama berselisih pendapat tentang hukum shalat dhuha dalam beberapa pendapat, yaitu:
- Pendapat pertama, hukum shalat dhuha adalah sunnah mutlak dan disunnahkan untuk melakukannya setiap hari. Inilah mazhab mayoritas ulama.
Diantaranya adalah hadist berikut ini:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ
أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ
وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ
بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ
ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (أخرجه مسلم)..أ
Dari Abu Dzar, dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: “Di setiap pagi, ada
kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap
tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah
sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah
sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada
waktu Dhuha”
Dari hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa, pada dua rakaat sholat duha terdapat sedekah persendian berupa gerakan sholat dan bacaan tahmid, tahlil dan sebagainya, dan hadist tersebut cukup menunjukan bahwa rasul menganjurkan untuk melaksanakan dua rakaat duha tersebut.
Ada juga hadist lain yang menyebutkan
Hadits Abu Hurairah radhiyalahu ‘anhu yang berbunyi,
أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ
Artinya:“Kekasihku shallalahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Syekh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa shalat al-Dhuha adalah sunnah mutlak yang dilakukan setiap hari.
- Pendapat kedua, hukum shalat dhuha adalah sunnah namun tidak dilakukan setiap hari. Inilah pendapat Mazhab Hambali.
- Pendapat ketiga, hukumnya bukan sunnah. Inilah pendapat Ibnu Umar.
- Pendapat keempat, shalat dhuha hanya disunnahkan karena sebab tertentu. Inilah yang dirajihkan oleh Ibnu Taimiyah dan Ibnu al-Qayyim. Beliau menyatakan, “Barangsiapa yang menelaah hadits-hadits marfu’ dan atsar sahabat tentu mendapatkan bahwa mereka hanya menunjukkan pendapat ini. Adapun hadits-hadits anjuran dan wasiat untuk melakukannya, maka yang shahih darinya, seperti hadits Abu Hurairah dan Abu Dzar, tidak menunjukkan bahwa shalat dhuha adalah sunnah yang terus dikerjakan untuk setiap orang.
Keutamaan Sholat Duha
Mengerjakan Shalat Dhuha dan menekuninya adalah merupakan salah satu perbuatan agung, mulia, dan utama. Oleh karena itulah, shalat Dhuha sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW).Beberapa keutamaan dalam shalat Dhuha adalah sebagai berikut :
- Shalat Dhuha memiliki nilai seperti nilai amalan sedekahyang diperlukan oleh 360 persendian tubuh dan orang-orang yang melaksanakannya akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak jumlah persendian itu. Rasulullah SAW. Bersabdah :“pada setiap tubuh manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang bersangkuta (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sandinya.lalu para sahabat bertanya : ‘ya Rasulullah SAW., siapa yang sanggup melaksanakannya ?’ Rasulullah SAW. Menjawab : Membersihakan kotoran di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang mencelakakan orang) dari jalan raya. Apabila ia tdk mampu, shalat dua raka’at dapat menggantikanya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
- Shalat Dhuha seseorang diawal hari menjanjikan tercukupinya kebutuhan orang tersebut diakhir hari.Shalat Dhuha bisa membuat orang yang melaksanakannya (atas izizn Allah SWT.)
- Meraih keuntungan (ghanimah) dengan cepet.
- Orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha delapan sampai dua belas rakaat akan diberi ganjaran oleh Allah SWT. Berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak di akhirat.
- Orang yang melaksankan shalat Dhuha mendapatkan pahala sebesar pahala haji dan umrah.
- Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang senang melakukannya walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.
- Keutamaan lain yang disediakan Allah SWT. Bagi orang yang merutininkan shalat Dhuha adalah bahwa akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yaitu pintu yang dinamakan pintu Dhuha.
Hikmah Melaksanakan Sholat Duha
Ø Orang yang melakukan shalat Dhuha, maka hati menjadi tenang
dalam melakukan aktivitas bekerja,kita seringkali mendapat tekanan dan terlibat
persaingan usaha tyang sangat tinggi. Akhirnya, pikiran menjadi kalut, hati
tidak tenang, dan emosi tidak stabil. Oleh karena itu, pada saat itulah Shalat
Dhuha sangat berperan penting. Meskipun dilaksanakan lima atau sepuluh menit,
Shalat Dhuha mampu menyegarkan pikiran, menyenangkan hati, dan mengontrol
emosi.
Ø Dapat meningkatkan kecerdasan Shalat Dhuha memang sangat
mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamakan kecerdasan fiksikal,
emosional spiritual, dan intelektual. Hal ini mengingat waktu pelaksanaanya
pada awal atau tengah aktivitas manusian mencari kebahagiaan hidup duniawi dan
keajaiban gerakan shalat itu sendiri. Untuk kecerdasan fisikal, shalat Dhuha
meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik karena dilakukan pada pagi
hari ketika sinar matahari pagi masih baik untuk kesehatan. Untuk kecerdasan
emossional spiritual, dalam beraktivitas kita sering kali mengalami kegagalan,
karena itu kita sering mengeluh.
Ø Melaksanakan shalat Dhuha pada pagi hari sebelum beraktivitas
dapat menghindarkan diri dari keluh kesah. Selain itu jika shalat Dhuha
dilakukan secara rutin, keuntungan yang didapat adalah mudahnya meraih prestasi
akademik dak kesuksesan dalam hidup. Kesehatan fisik
terjaga, Hal ini dapat dilihat dari tiga alasan, yaitu : pertama, Shalat Dhuha
dikerjakan ketika matahari mulai menampakan sinarnya. Sinar matahari pagi hari
sangat baik untuk kesehatan. Pada waktu kondusif ini merupakan waktu terbaik
untuk ber-muwajjahah (menghadap) kepada Allah SWT.Kedua, sebelum shalat
Dhuha,kita diwajibkan bersuci (mandi atau pun wudhu). Selain sebagai syarat
sahnya shalat,berwudhu bermanfaatbagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang,
sebab, wudhu menyimbolkan agar kita selalu tetap bersih.Ketiga, Rangkaian
gerakan shalat sarat akan hikmah dan manfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua
gerakan tersebut dilkukan dengan benar, tuma’ninah (perlahan dan tidak
terburu-buru), dan istiqomah (konsisten atau terus-menerus).
Niat dan Cara Pelaksanaannya
Bacaan Niat Sholat Duha:
USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA
Artinya : "Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala".
Cara melaksanakan sholat Duha
Doa Shalat Dhuha :
Bacaan Niat Sholat Duha:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA
Artinya : "Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala".
Cara melaksanakan sholat Duha
- Niat shalat dhuha didalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram :“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa.”“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’alaa.”
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca salah satu surat didalam Al-Quran, namun lebih diutamakan membaca Surat Surat: Adh Dhuha (والضحى) dan Asy-Syamsu (والشمس وضحاها)
Sesuai hadist Rosul SAW: Terdapat sebuah hadis yang menganjurkan untuk membaca surat As Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad dhuha pada rakaat kedua. Hadis tersebut berbunyi:صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : (والشمس وضحاها) ، و (الضحى).Artinya:
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” - Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
- I’tidal dan membaca bacaannya
- Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
- Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
- Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
- Lakukan rakaat kedua seperti cara rakaat pertama tanpa membaca niat dan doa iftitah.
- Tasyahud akhir
- Salam dua kali
Doa Shalat Dhuha :
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻀُّﺤَﺎﺀَ ﺿُﺤَﺎﺀُﻙَ ﻭَﺍﻟْﺒَﻬَﺎﺀَ ﺑَﻬَﺎﺋُﻚَ ﻭَﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻝَ
ﺟَﻤَﺎﻟُﻚَ ﻭَﺍﻟْﻘُﻮَّﺓَ ﻗُﻮَّﺗُﻚَ ﻭَﺍﻟْﻘُﺪْﺭَﺓَ ﻗُﺪْﺭَﺗُﻚَ ﻭَﺍﻟْﻌِﺼْﻤَﺔَ ﻋِﺼْﻤَﺘُﻚَ
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺭِﺯْﻗِﻰ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﺎَﻧْﺰِﻟْﻪُ ﻭَﺍِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ
ﺍْﻻَﺭْﺽِ ﻓَﺎَﺧْﺮِﺟْﻪُ ﻭَﺍِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﻌَﺴِّﺮًﺍ ﻓَﻴَﺴِّﺮْﻩُ ﻭَﺍِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﺮَﺍﻣًﺎ
ﻓَﻄَﻬِّﺮْﻩُ ﻭَﺍِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌِﻴْﺪًﺍ ﻓَﻘَﺮِّﺑْﻪُ ﺑِﺤَﻖِّ ﺿُﺤَﺎﺋِﻚَ ﻭَﺑَﻬَﺎﺋِﻚَ
ﻭَﺟَﻤَﺎﻟِﻚَ ﻭَﻗُﻮَّﺗِﻚَ ﻭَﻗُﺪْﺭَﺗِﻚَ ﺁﺗِﻨِﻰ ﻣَﺎﺍَﺗَﻴْﺖَ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ
Mungkin hanya itu yang bisa penulis sampaikan, kurang lebihnya mohon di maafkan dan semoga tulisan bermanfaat buat kita semua.
Sampai jumpa di pembahasan sholat-sholat lainnya
Sampai jumpa di pembahasan sholat-sholat lainnya
Sekian
Terima kasih
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jangan lupa koment, Follow and share yaaa..!!!

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai dengan tema pembahasan...