ASSALAAMUALAIKUM WAROHMATULLOHI WABARAKAATUH
Pengertian Sholat
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ, ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا, ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ اَلنَّاسَ, ثُمَّ أُخَالِفُ إِلَى رِجَالٍ لَا يَشْهَدُونَ اَلصَّلَاةَ, فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ, وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ اَلْعِشَاءَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ
Artinya :
Syarat Sah Shalat
Rukun Shalat
Hal-hal Yang Membatalkan Shalat
Dalam kitab safinatunnaja dijelaskan pada pasal yg membatalkan sholat
Bacaan Atau Lafadz Niat Sholat Fardlu
Shalat Subuh: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Shubuh
USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Shalat Zhuhur: Jumlah Rakaat & Bacaan Niat Shalat Dzuhur
اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL 'ASHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Shalat Maghrib: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Maghrib
اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Shalat Isya: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat 'Isya
اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL 'ISYAA'I ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Catatan Penting:
Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu di atas adalah khusus bagi yang melaksanakan sholat munfaridh atau sendirian. Dan apabila teman-teman melaksanakan sholatnya berjamaah baik menjadi imam atau menjadi ma'mum, maka lafadz bacaannya berbeda (tinggal tambahkan lafadz imaman jika berniat menjadi imam atau tambahkan lafadz ma'muman ketika berniat menjadi ma'mum), lafadz "ma'muuman" atau "imaaman" di baca setelah lafadz "adaan".
Silakan perhatikan contoh berikut.
Bacaan Niat Sholat Fardhu Sebagai Imam
Saya contohkan ketika melaksanakan sholat nmaghrib berjamaah sebagai imam
اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA.
Bacaan Niat Sholat Fardhu sebagai ma'mum
Saya contohkan juga ketika melaksanakan sholat nmaghrib berjamaah sebagai ma'mum
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Bacaan Shalat Dan Prakteknya
1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat
Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
2. Takbiratul Ihram dan Gerakan Mengangkat Kedua Tangan sekaligus mengucapkan niat Sholat di dalam hati ketika mengucapkan kalimat Allohu akbar
Bacaan Takbirotul Ihrom:
الله اكبر
"Allaahu akbar"
Artinya : "Allah Maha Besar"
ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
Catatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.
3. Membaca Do'a Iftitah, Alfatihah dan Surat-surat Pilihan Dalam Keadaan Bersedekap
Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
Bacaan Do'a Iftitah:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن
Artinya :
Bacaan Surat Alfatihah
Artinya:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.Penguasa Hari Pembalasan.Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
Kemudian lanjutkan dengan membaca surat pilihan lainnya seperti surat al-ikhlas dsb
4.Ruku Dan Bacaannya
Ruku artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku, Tuhan Yang Mahaagung serta memujilah aku kepada-Nya.”
5. Gerakan Iktidal dalam Sholat
Bacaan I'tidal
Artinya:
“Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya.”
Pada waktu telah berada dalam posisi berdiri tegak lurus (i’tidal), selanjutnya membaca do'a setelah i'tidal:
Artinya:
“Ya Tuhan kami!Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
6. Gerakan Sujud dalam Sholat
Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.
Bacaa pada waktu sujud :
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku, Tuhan Yang Mahatinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”
7. Gerakan Duduk antara Dua Sujud
Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
Bacaannya Sebagai Berikut :
Artinya:
8. Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal
Duduk tasyahud awal adalah duduk iftirasy, sama seperti duduk antara dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya. Caranya adalah sebagai berikut.
Bacaannya sebagai berikut :
Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
9. Gerakan Tasyahud Akhir
Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk. Caranya adalah.
Bacaannya sebagai berikut :
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ
الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا
النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى
عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله . اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وعلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا
صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
10. Gerakan salam
Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.
Salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan:
Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”
Mungkin itulah tatacara sholat fardlu lengkap dengan bacaan dan prakteknya, penulis berharap tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat dan semoga kita mampu mengamalkan sholat kita hingga diterima oleh Alloh sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur
Jika ada yang kekurangan dan belum lengkap dalam tulisan ini, penulis mohonmaaf dan berharap pembaca mau memberikan kritik dan saran.
sekian
WASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKAATUH
Jangan lupa koment dan share yaaaaaa..!!!!
Haii ikwanul muslimin,,?!
Semoga kita senantiasa berada dalam rahmat dan maghfiroh Alloh SWT, Aamiin
Pada kesempatan kali ini, tak bosan-bosan penulis akan menyampaikan lagi tulisan yang berkaitan dengan sholat, tepatnya penulis akan membahas tentang bagaimana tata cara sholat fardlu lengkap dengan bacaan dan prakteknya
Pengertian Sholat
Shalat secara bahasa berarti berdo’a. dengan kata lain, Shalat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat
menurut syara’ adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu,
yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan
di sini adalah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. Sedang
yang dimaksud dengan perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam shalat misalnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lain yang dilakukan dalam shalat.
Dalil Tentang sholat
Alloh berfirman dalam surat Al-baqoroh : 43
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Artinya:
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku"
Berikut hadis tentang shalat berjama'ah
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ, ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا, ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ اَلنَّاسَ, ثُمَّ أُخَالِفُ إِلَى رِجَالٍ لَا يَشْهَدُونَ اَلصَّلَاةَ, فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ, وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ اَلْعِشَاءَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ
Artinya :
“Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Demi Allah yang jiwaku ada di
tangan-Nya, sesungguhnya ingin rasanya aku menyuruh mengumpulkan kayu bakar
hingga terkumpul, kemudian aku perintahkan sholat dan diadzankan buatnya,
kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang itu, lalu aku
mendatangi orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjama’ah itu dan aku
bakar rumah mereka. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya salah
seorang di antara mereka tahu bahwa ia akan mendapatkan tulang berdaging gemuk
atau tulang paha yang baik niscaya ia akan hadir (berjamaah) dalam sholat Isya’
itu”. (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari)
Syarat wajib Shalat
- Sebelum melaksanakan shalat, ada syarat wajib yang harus di penuhi dulu, diantaranya:
- beragama islam
berakal sehat (tidak gila/tidak sedang mabuk) - baligh (telah dewasa dan cukup usia menurut syariat agama islam)
telah sampai dakwah islam kepadanya - bersih dan suci dari najis dan hadas (baik hadas kecil atau hadas besar)
- sadar atau sedang tidak tidur
Syarat Sah Shalat
- Telah masuk waktu shalat
- Menghadap kiblat
- Suci badan dan tempat shalat dari najis
- Menutup aurat
- Tahu tata cara melaksanakannya
Rukun Shalat
- Niat (dalam hati ketika mengucapkan kalimat takbir pada takbiratul ihram)
- Berdiri bagi yang mampu
- Takbiratul ihram
- Membaca surat Alfatihah pada setiap rakaat
- Ruku
- Tumaninah dalam ruku
- I'tidal
- Tumaninah dalam i'tidal
- Sujud
- Tumaninah dalam sujud
- Duduk diantara dua sujud
- Tumaninah dalam duduk diantara dua sujud
- Tasyahud
- Membaca syahadat ketika tasyahud
- Membaca sholawat ketika tasyahud
- Salam
- Tertib (dilakukan secara berurutan dari mulai niat hingga salam dan tidak boleh diacak)
Hal-hal Yang Membatalkan Shalat
Dalam kitab safinatunnaja dijelaskan pada pasal yg membatalkan sholat
فَصْلٌ:
تَبْطُلُ الّصَلاَةُ بِأَرْبَعَ عَشَرَةَ خُصْلَةً بِالْحَدَثِ وَبِوُقُوْعِ الّنَجَاسَةِ إِنْ لَمْ تُلْقَ حَالًا مِنْ غَيْرِ
حَمْلٍ ، وَانْكِشَافِ الْعَوْرَةِ إِنْ لَمْ تُسْتَرْ حَالًا، وَالّنُطْقِ بِحَرْفَيْنِ
أَوْ بِحَرْفٍ مُفْهِمٍ عَمْدًا ، وَبِالْمُفْطِرِ عَمْدًا ، وَالْأَكْلِ الْكَثِيْرِ
نَاسِيًا ،وَثَلَاثِ حَرَكَاتٍ مُتَوَالِيَاتٍ وَلَوْ سَهْوًا وَالْوَثْبَةِ الْفَاحِشَةِ
وَالّضَرْبَةِ الْمُفْرِطَةِ ، وَزِيَادَةِ رُكْنٍ فِعْلِيِّ عَمْدًا ، وَالّتَقَدُّمِ
عَلَى إِمَامِهِ بِرُكْنَيْنِ فِعْلِيَّيْنِ ، وَالّتَخَلُفِ بِهِمَا بِغَيْرِ عُذْرٍ
، وَنِيَةِ قَطْعِ الّصَلاَةِ ، وَتَعْلِيْقِ قَطْعِهَا بِشَيْءٍ وَالّتَرَدُّدِ فِي
قَطْعِهَا
- Perkara yang membatalkan shalat ada empat belas, yaitu:
- Berhadats (seperti kencing dan buang air besar).
- Terkena najis, jika tidak dihilangkan seketika, tanpa dipegang atau diangkat (dengan tangan atau selainnya).
- Terbuka aurat, jika tidak ditutup seketika.
- Mengucapkan dua huruf atau satu huruf yang dapat difaham dan mengandung arti serta disengaja(seperti: qi = jaga olehmu!).
- Mengerjakan sesuatu yang membatalkan puasa dengn sengaja.
- Makan yang banyak sekalipun lupa.
- Bergerak dengan tiga gerakan berturut-turut sekalipun lupa.
- Melompat yang jauh ( bergerak seluruh anggota atau sebagian besar dari badan yang tidak diperlukan)
- Memukul yang keras.
- Menambah rukun fi’li dengan sengaja(seperti menambah rakaat) .
- Mendahului imam dengan dua rukun fi’li dengan sengaja.
- Tertinggal oleh imam denga dua rukun fi’li tanpa udzur.
- Niat yang membatalkan shalat.
- Berniat akan membatalkan shalat,menangguhkan membatalkan shalat dengan sesuatu (seperti: apabila saudaraku dating,aku akan batalkan shalat ini dsb).dan merasa ragu-ragu dalam membatalkannya.
Bacaan Atau Lafadz Niat Sholat Fardlu
Shalat Subuh: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Shubuh
Shalat subuh merupakan shalat yang jumlah raka'atnya paling sedikit
yaitu hanya ada 2 (dua) raka'at dalam shalat subuh, dengan mengeraskan
bacaannya dikedua raka'at tersebut dan duduk tasyahhud satu kali pada
raka'at terakhir. Adapun niat shalat shubuh arab, latin dan artinya adalah sebagai berikut:
اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
Shalat Zhuhur: Jumlah Rakaat & Bacaan Niat Shalat Dzuhur
Shalat dzhuhur adalah shalat yang dilaksanakan pada saat tergelincirnya
matahari. Adapun jumlah rakaat shalat zhuhur adalah 4 (empat) rakaat,
dengan memelankan bacaannya dan dengan duduk tasyahhud dua kali duduk
tasyahhud. Dan berikut adalah bacaan niat shalat dzuhur 4 rakaat bahasa arab, latin dan artinya lengkap.
اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu Dhuhur empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
Shalat Ashar : Jumlah Rakaat & Bacaan Niat Shalat 'Ashar
Jumlah rakaat shalat asyar sama seperti shalat dzuhur yakni 4 (empat)
rakaat, dengan memelankan bacaannya dan dengan duduk tasyahhud dua kali
duduk tasyahhud. Berikut adalah lafadz niat shalat asyar 4 rakaat dalam bahasa arab, latin lengkap artinya:
اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL 'ASHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu 'Ashar empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
Shalat Maghrib: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Maghrib
Ada 3 (tiga) raka'at dalam shalat maghrib, dengan mengeraskan bacaannya
pada dua raka'at yang pertama dan memelankan bacaannya pada raka'at ke
tiga atau raka'at terakhir, serta duduk tasyahud pada raka'at yang kedua
dan ketiga. Dan berikut adalah lafadz niat shalat maghrib lengkap bahasa arab, latin dan artinya:
اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
Shalat Isya: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat 'Isya
Sama seperti shalat dzuhur dan asyar, yakni jumlah raka'atnya ada 4
namun berbeda bacaannya. Jika dalam shalat dzuhur dan asyar memelankan
bacaannya, maka pada shalat isya harus mengeraskan bacaannya pada kedua
raka'at yang pertama dan memelankan bacaannya pada kedua raka'at yang
lain (dua raka'at terakhir), serta duduk tasyahud dua kali disetiap dua
rakaat. Untuk bacaan niat shalat isya 4 raka'atadalah sebagai berikut lengkap dengan lafadz bahasa arab, latin dan artinya:
اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL 'ISYAA'I ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu 'Isya empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
Catatan Penting:
Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu di atas adalah khusus bagi yang melaksanakan sholat munfaridh atau sendirian. Dan apabila teman-teman melaksanakan sholatnya berjamaah baik menjadi imam atau menjadi ma'mum, maka lafadz bacaannya berbeda (tinggal tambahkan lafadz imaman jika berniat menjadi imam atau tambahkan lafadz ma'muman ketika berniat menjadi ma'mum), lafadz "ma'muuman" atau "imaaman" di baca setelah lafadz "adaan".
Silakan perhatikan contoh berikut.
Bacaan Niat Sholat Fardhu Sebagai Imam
Saya contohkan ketika melaksanakan sholat nmaghrib berjamaah sebagai imam
اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai Imam karena Allah Ta'ala"
Bacaan Niat Sholat Fardhu sebagai ma'mum
Saya contohkan juga ketika melaksanakan sholat nmaghrib berjamaah sebagai ma'mum
اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
"Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mumkarena Allah Ta'ala"
Contoh diatas saya menggunakan niat menjadi imam atau ma'mum ketika shalat maghrib. Jika teman-teman melaksanakan shalat fardlu yang lainnya selain shalat maghrib, maka penggunaan lafadz "imaman" atau "ma'muman" tinggal sesuaikan saja sesuai waktu sholat tertentu, begitu juga
seterusnya.
Bacaan Shalat Dan Prakteknya
1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat
Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
- Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
- Tangan rapat di samping badan.
- Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
- Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
- Pandangan lurus ke tempat sujud.
- Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.
2. Takbiratul Ihram dan Gerakan Mengangkat Kedua Tangan sekaligus mengucapkan niat Sholat di dalam hati ketika mengucapkan kalimat Allohu akbar
Bacaan Takbirotul Ihrom:
الله اكبر
"Allaahu akbar"
Artinya : "Allah Maha Besar"
ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
- Telapak tangan sejajar dengan bahu.
- Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
- Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
- Jari-jari direnggangkan.
- Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
- Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
- Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.
Catatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.
3. Membaca Do'a Iftitah, Alfatihah dan Surat-surat Pilihan Dalam Keadaan Bersedekap
Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
- Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
- Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah
selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca
surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al
‘Asr, dan An Nasr.
Bacaan Do'a Iftitah:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن
Innii Wajjahtu
Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal-Ardha, Haniifam Muslimaw Wamaa Ana
Minal Musyrikiin. Inna Shalaati Wanusukii Wamahyaaya Wamamaatii Lillaahi Rabbil
‘Alaamiina. Laa Syariika Lahu Wabidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiina.
Artinya :
"Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang
menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan
bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku,
ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada
sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah
golongan orang Islam."
Bacaan Surat Alfatihah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلّٰـهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّين
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
Al Hamdu Lillaahi Rabbil ‘Aalamiin.
Arrahmaanir Rahiim.
Maalikiyaumiddiin.
Iyyaaka Na’budu Waiyyaaka Nasta’iinu.
Ihdinash Shiraathal Mustaqiim.
Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdhuubi
‘Alaihim Waladhdhaalliin. Aamiin.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.Penguasa Hari Pembalasan.Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
Kemudian lanjutkan dengan membaca surat pilihan lainnya seperti surat al-ikhlas dsb
4.Ruku Dan Bacaannya
Ruku artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
- Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.
- Turunkan badan ke posisi membungkuk.
- Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
- Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.
- Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
- Pinggang direnggangkan dari paha.
- Pandangan lurus ke tempat sujud.
Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal-‘azhiimi wa bihamdihi.(sebanyak3 kali)Artinya:
“Mahasuci Tuhanku, Tuhan Yang Mahaagung serta memujilah aku kepada-Nya.”
5. Gerakan Iktidal dalam Sholat
Iktidal
adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit
disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan
dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali
tegak berdiri. Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke
posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah.
Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadis dalilnya.
Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa
saat iktidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.
Sesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu doa iktidal.
Bacaan I'tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه
Sami‘Allaahu li-man hamidah.Artinya:
“Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya.”
Pada waktu telah berada dalam posisi berdiri tegak lurus (i’tidal), selanjutnya membaca do'a setelah i'tidal:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
Rabbanaa lakal-hamdu mil’us-samaawaati wa mil’ul-ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba‘du.
Artinya:
“Ya Tuhan kami!Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
6. Gerakan Sujud dalam Sholat
Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
- Wajah (kening dan hidung),
- Dua telapak tangan,
- Dua lutut, dan
- Dua ujung telapak kaki.
Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.
- Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
- Letakkan kedua lutut ke lantai.
- Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
- Letakkan kening dan hidung ke lantai.
- Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
- Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
- Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
- Renggangkan pinggang dari paha.
- Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
- Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.
- Ketika bangkit dari sujud untuk berdiri ke rakaat berikutnya, disunahkan wajah lebih dulu dianggkat dari lantai, kemudian tangan, dan disusul dengan mengangkat lutut hingga berdiri tegak.
Bacaa pada waktu sujud :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal-a‘laa wa bihamdihi. (3 kali)Artinya:
“Mahasuci Tuhanku, Tuhan Yang Mahatinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”
7. Gerakan Duduk antara Dua Sujud
Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
- Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
- Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
- Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
- Badan tegak lurus.
- Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
- Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
- Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
- Pandangan lurus ke tempat sujud.
Bacaannya Sebagai Berikut :
رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii warfa‘nii wajburnii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa‘fu ‘annii.Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, angkatlah
derajatku, cukupkanlah segala kekuranganku, berilah rezeki kepadaku,
berilah aku petunjuk, dan berilah kesehatan kepadaku serta berilah
ampunan kepadaku.”
8. Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal
Duduk tasyahud awal adalah duduk iftirasy, sama seperti duduk antara dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya. Caranya adalah sebagai berikut.
- Bangkit dari sujud kedua rakaat kedua sambil membaca takbir.
- Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
- Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
- Badan tegak lurus.
- Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
- Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
- Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
- Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud.
Bacaannya sebagai berikut :
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله . اللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
At-tahiyyaatul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh,
as-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadil-laahish-shaalihiin. Asyhadu an laa
Ilaaha illalLaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Allaahumma
shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
9. Gerakan Tasyahud Akhir
Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk. Caranya adalah.
- Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
- Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
- Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
- Badan tegak lurus.
- Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
- Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
- Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
- Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.
Bacaannya sebagai berikut :
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ
الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا
النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى
عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله . اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وعلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا
صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
At-tahiyyaatul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh,
as-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadil-laahish-shaalihiin. Asyhadu an laa
Ilaaha illalLaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Allaahumma
shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita
‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Wa
baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa
Ibraahiim fil-‘aalamiina innaka hamiidun majiid.
Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu
kepunyaan Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian
pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan dicurahkan pula untuk kami
dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad
adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan
keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para
keluarganya. Sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Nabi Ibrahim
dan keluarganya. Bahwasanya Engkau, Tuhan yang sangat terpuji lagi
sangat Mulia di seluruh alam.”
10. Gerakan salam
Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.
Salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah.Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”
Mungkin itulah tatacara sholat fardlu lengkap dengan bacaan dan prakteknya, penulis berharap tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat dan semoga kita mampu mengamalkan sholat kita hingga diterima oleh Alloh sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur
Jika ada yang kekurangan dan belum lengkap dalam tulisan ini, penulis mohonmaaf dan berharap pembaca mau memberikan kritik dan saran.
sekian
WASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKAATUH
Jangan lupa koment dan share yaaaaaa..!!!!









No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai dengan tema pembahasan...